Kamis, 16 September 2010

Lembaga Pendidikan Islam Daarul Athfaal

Bertempat di desa Kertayasa blok Pahing Rw.03/05 kecamatan Sindangagung.
Pendirinya: Bapak K.H. Moh. Adnan pada tahun 1970-an. Al-marhum dilahirkan di Desa Kertayasa pada tahun 1923 dan wafat pada bulan Dzulkoidah tahun 1991. Al-marhum adalah keturunan ke 5 dari Eyang Hassan Maolani, tokoh Ulama Kuningan yang sangat berpengaruh pada masa penjajahan Belanda. Runutan keturunan lengkapnya sebagai berikut : K.H. Mohammad Adnan bin K.Muhammad Satari bin K. Muhammad Tohir bin K. Imamuddin bin K.Hassan Maolani.
Dari perkawinannya dengan Hj. Emi Rohami binti K.H. Mohammad Anshor, almarhum dikaruniai putra sebanyak 9 orang, 5 orang laki-laki dan 4 orang wanita dengan rincian sbb:
1.Hj. Juju Juhaeriyyah 2. Drs. H. Lili Syadili 3. Drs.K.U.Sholehuddin Adnan 4. Drs. Asep Syafruddin 5.Hj. Eli Aliyah 6. Toto Miftahul Rahmah 7.Drs. Anwar Hanifah. MA. 8. Iin Mutmainnah, SS. 9. Mamah Siti Rahmah.
Perjalanan perjuangan almarhum sangat lengkap, sejak dalam kancah perintis kemerdekaan diawali dengan bergabung dalam kesatuan Hizbullah, beliau sebagai komandannya. Kemudian pada masa kejayaan Partai Majlis Syura Islam (MASYUMI) yang pada saat itu dibawah komando Pimpinan Pusat Dr. Mohammad Naitsir, almarhum juga tercatat sebagai kader yang handal. Pada akhir karirnya al-marhum aktif dalam pemerintahan di desa sejak menjadi Sekretaris DesaKertayasa dan terkhir menjadi Kepala Desa Kertayasa yang berhenti pada tahun 1975.
Setelah lepas dari pemerintahan Desa, almarhum mendirikan Lembaga Pendidikan Daarul Athfaal serta beliau sendiri yang mengelola kangsung, sejak lepas zhuhur hingga malam hari.
Tercatat beberapa ratus alumni yang pernah dibimbing dan diasuh beliau. Al-marhum dimata murid-muridnya dikenal sebagai tokoh yang sabar, santun, ulet dan ramah. Sebandel apapun murid-muridnya dihadapi dengan sabar dan penuh kasih sayang. Sehingga al-marhum dijuluki murid-muridnya dengan panggilam Abah, panggilan terhadap orang yang memiliki harisma tinggi.


Walaupun pendirinya telah wafat namun LPAI "Daarul Athfal" tetap eksis. para putra-putri dan cucu-cucu serta cicit-cicit dan para murid-muridnya semangat melanjutkan perjuangan. Dulu, hanya ada MDA (Madrasa Diniyah Awaliyah) disamping majlis ta'lim salasaan. Kini, berkembang dengan adanya majlis do'a "yasinan" yang terselenggara pada setiap Sabtu Sore hasil kreatifitas Nunung Nurhamidah/istri dari Bapak K.Uud Sholehuddin Adnan. kemudian ada majlis do'a untuk Bapak-bapak yang terselenggara pada setiap malam Jum'at bertempat di langgar Daarul Athfaal, menyusul kemudian ada madrasah kelas Ibtida atau kelas persiapan masuk MDA (pendiri: Ust.Dodi Shofiyuddin Muhdi, cucu Bapak K.H.Moh Adnan) dan menyusul kemudian berdiri TKQ (Taman Kanak-kanak al Quran) yang didirikan oleh Ibu Euis Robiah Adawiyah, S.H.I, ia adalah istri ust. Dodi. Insya Allah, pada bulan mendatang sedang dirintis pula TRA (Taman Remaja al Quran) dan kini langgar Daarul Athfal tengah mengalami rehabitasi bangunan yang hampir rampung 90% diketuai oleh Bapak Emon Suherman, suami Neng Mamah Rohmah putri bungsu Bapak K.H.Moh. Adnan.

Bapak K.E.Musthofid sebagai ketua RW.03 sangat bersemangat menghadapi pembangunan ini dan didukung pula oleh rekan-rekannya: Bapak H.Supena, Bapak Abu, Bapak Ust.Uha, Bapak-bapak ketua RT.05 dan 06 dan semua pemuda/i orang tua, penduduk desa Kertayasa serta desa-desa sekabupaten Kuningan dan sekitarnya, tidak ketinggalan pula para alumnus MDA yang sudah menjadi jutawan di Jakarta, Bandung, Cirebon dan di kota-kota besar lainnya mereka turut menyumbang. jazakallahu khaeran.

Terima kasih pada semuanya. Mari kita tuntaskan sampai 100% berhasil. Amin